Komunitas Pemuda Dago Menjaga Ketertiban Tanpa Balap Liar Saat Sahur

Admin/ Februari 20, 2026/ berita, Uncategorized

Kawasan Dago di Bandung selalu menjadi magnet bagi anak muda untuk berkumpul, terutama saat waktu sahur. Namun, tradisi Sahur On The Road (SOTR) sering kali disalahgunakan oleh segelintir oknum untuk melakukan aksi balap liar yang membahayakan nyawa dan mengganggu ketenangan warga. Polres Dago mengajak komunitas pemuda setempat untuk mengadopsi gerakan menjaga ketertiban tanpa harus melakukan aktivitas negatif. Semangat kebersamaan di bulan Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan yang membangun solidaritas sosial, bukan dengan adu kecepatan kendaraan di jalan raya yang melanggar aturan lalu lintas.

Fenomena balap liar saat subuh di Dago bukan hanya masalah pelanggaran hukum, tetapi juga masalah keselamatan publik. Suara bising knalpot brong sangat mengganggu warga yang sedang beribadah atau beristirahat. Melalui dialog dengan tokoh pemuda, polisi menekankan pentingnya menjaga ketertiban tanpa balap liar dengan cara mengalihkan energi mereka ke kegiatan positif, seperti pembagian makanan sahur secara teratur atau pengamanan lingkungan mandiri. Penegakan hukum terhadap balap liar akan dilakukan secara tegas dengan penyitaan kendaraan, namun pendekatan preventif melalui edukasi tetap menjadi prioritas utama pihak kepolisian.

Partisipasi komunitas sangat krusial untuk menciptakan lingkungan Dago yang kondusif. Pemuda diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan masing-masing. Dengan menjaga ketertiban tanpa aksi anarkis di jalanan, citra pemuda Bandung sebagai generasi yang kreatif dan santun akan tetap terjaga. Polres Dago juga menambah intensitas patroli di titik-titik rawan balap liar untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelanggar hukum. Kerja sama antara polisi dan komunitas motor yang terdaftar diharapkan dapat meredam niat kelompok-kelompok tertentu yang ingin melakukan aksi balapan ilegal.

Mari kita jadikan Ramadan di Dago sebagai momen untuk menunjukkan kedewasaan dalam bertindak. Tidak perlu ada raungan mesin yang memekakkan telinga untuk menikmati keindahan pagi di Bandung. Mari isi waktu subuh dengan kegiatan yang mendatangkan pahala dan manfaat bagi orang banyak. Ketertiban adalah cermin dari kedisiplinan diri kita. Dengan kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban tanpa balap liar, kita memastikan bahwa semua warga Dago dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Share this Post