Strategi Baharkam: Mengedepankan Pencegahan untuk Ketertiban Nasional

Admin/ Juni 26, 2025/ Polisi

Mewujudkan ketertiban nasional yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang proaktif, bukan sekadar reaktif. Dalam konteks ini, Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri mengusung Strategi Baharkam yang mengedepankan pencegahan sebagai kunci utama. Filosofi ini menekankan pentingnya mencegah kejahatan dan gangguan keamanan sebelum terjadi, melalui berbagai program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Inti dari Strategi Baharkam yang preventif adalah kehadiran polisi yang humanis dan merata di tengah masyarakat. Ini diwujudkan melalui unit-unit seperti Samapta (Sabhara) yang secara rutin melakukan patroli di area publik, permukiman, dan pusat keramaian. Kehadiran personel berseragam bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, mendeteksi potensi masalah sejak dini, dan membangun interaksi positif dengan warga. Sebagai contoh, pada 12 Mei 2025, Baharkam mengerahkan Tim Patroli Presisi di 15 kota besar di Indonesia untuk meningkatkan visibilitas polisi dan menekan angka kejahatan jalanan, yang berhasil menurunkan kasus pencurian dengan kekerasan sebesar 8% di area tersebut.

Selain kehadiran fisik, Strategi Baharkam juga sangat mengandalkan pembinaan masyarakat melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas). Bhabinkamtibmas, yang merupakan ujung tombak Binmas di tingkat desa/kelurahan, secara aktif berinteraksi dengan warga, tokoh masyarakat, dan komunitas. Mereka memberikan penyuluhan tentang bahaya kejahatan, mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), dan menjadi mediator dalam penyelesaian konflik sosial skala kecil. Pendekatan ini membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan menciptakan kemitraan dalam menjaga keamanan. Pada 19 Juni 2025, Baharkam menggelar program “Binmas Goes to School” di 200 sekolah di seluruh provinsi, memberikan edukasi anti-narkoba dan bullying kepada pelajar.

Strategi Baharkam juga mencakup pengamanan objek vital dan respons cepat terhadap potensi ancaman. Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) memastikan keamanan instalasi penting negara, sementara unit Polairud menjaga wilayah perairan dan udara dari tindak kejahatan atau penyelundupan. Dengan demikian, Baharkam tidak hanya berfokus pada pencegahan di tingkat komunitas, tetapi juga pada pengamanan aset-aset strategis negara.

Pada akhirnya, Strategi Baharkam yang mengedepankan pencegahan adalah pendekatan holistik yang visioner. Dengan menginvestasikan lebih banyak pada pembinaan, patroli yang humanis, dan deteksi dini, Baharkam Polri berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib secara berkelanjutan, di mana masyarakat merasa terlindungi dan berperan aktif dalam menjaga keamanan nasional.

Share this Post