Biaya Perpanjang SKCK: Benarkah Mahal? Membongkar Mitos dan Mengapa Layanan Darurat Polres Seharusnya Gratis Sepenuhnya
Banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengenai biaya administrasi layanan kepolisian, termasuk saat Perpanjang SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Anggapan bahwa layanan publik itu mahal seringkali hanya mitos, yang dipicu oleh kurangnya transparansi informasi. Sebenarnya, tarif resmi layanan ini sudah diatur jelas oleh negara.
Tarif resmi untuk penerbitan atau Perpanjang SKCK adalah biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sudah ditetapkan. Biaya ini relatif kecil dan tidak berubah-ubah, jauh dari kesan mahal yang sering beredar di masyarakat. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui tarif ini agar terhindar dari pungutan liar.
Namun, isu biaya menjadi lebih kritis layanan ketika membahas layanan darurat Polres, seperti penanganan kecelakaan atau bantuan cepat. Secara filosofis, layanan yang berkaitan dengan keselamatan dan nyawa warga negara seharusnya bersifat wajib dan gratis sepenuhnya tanpa pungutan biaya apa pun.
Layanan darurat adalah bentuk pengabdian dan kewajiban utama negara. Mengharapkan imbalan atau biaya saat warga berada dalam kondisi kritis adalah pelanggaran etika dan menghilangkan kepercayaan publik. Inilah mengapa harus ada pemisahan tegas antara biaya administrasi dan layanan kemanusiaan.
Masyarakat sering menyamakan biaya administrasi dengan layanan darurat, padahal keduanya berbeda. Perpanjang SKCK adalah layanan administratif yang mendukung kebutuhan individu, sehingga wajar dikenakan PNBP. Sementara layanan darurat adalah fungsi dasar kepolisian.
Polri sudah mulai mempermudah proses Perpanjang SKCK dengan menyediakan layanan online. Inisiatif digital ini bertujuan memotong rantai birokrasi, menghemat waktu, dan mengurangi potensi interaksi fisik yang bisa memicu permintaan biaya tidak resmi, sehingga proses menjadi lebih transparan.
Untuk meningkatkan kepercayaan, transparansi biaya non-PNBP di kantor polisi harus ditingkatkan. Misalnya, mencantumkan biaya legal dan non-legal secara jelas di loket pelayanan. Ini membantu masyarakat membedakan antara kewajiban membayar dan permintaan ilegal.
Argumen kuat untuk menggratiskan layanan darurat adalah bahwa dana operasionalnya sudah seharusnya tercakup dalam anggaran negara yang didanai oleh pajak. Pungutan kepada korban atau pelapor dalam situasi darurat adalah beban ganda yang tidak adil bagi warga negara.
Kesimpulannya, biaya Perpanjang SKCK itu terjangkau karena merupakan PNBP yang diatur. Tantangan sebenarnya adalah menghilangkan anggapan mahal pada layanan administratif dan memastikan bahwa semua layanan kemanusiaan serta darurat dari Polres benar-benar gratis sepenuhnya demi menegakkan prinsip pelayanan publik yang prima.
